Selasa, 04 November 2008

Djarum Black Motodify 2008 Bojonegoro (9-10/8) : Tampilan Apik 2 Motor Roda Tiga



Kehadiran 2 motor roda tiga dari dua klub berbeda di Djarum Black Motodify (DBM) 2008 Bojonegoro ini memang begitu menarik perhatian para pengunjung yang hadir di Gedung Serba Guna Bojonegoro, Sabtu hingga Minggu (9-10/8). Motor pertama dengan cat berkelir warna merah adalah motor andalan Yoga Pam (28) dari Pam Modified, Pandaan, Pasuruan sedang motor kedua adalah motor milik Bobby Kurniawan (Kebo) dengan cat berkelir krom asal klub KBLH (Kebo Landoh Modified), Pati.

Honda GL 125 (Yoga Pam, Pam Modified)

Ditemui seusai penganugerahan gelar kepada para pemenang di akhir acara DBM 2008 Bojonegoro, pria yang datang bersama istri dan satu orang putrinya ini terlihat begitu bersahaja. Padahal kehadiran motornya di DBM 2008 Bojonegoro tidaklah tanpa hasil. Motor Honda GL 125 yang ia rancang dengan konsep tiga roda orbital inipun berhasil meraih juara dalam tiga kelas bergengsi yang diikutinya yaitu Juara 1 The Most Extreme, Juara 1 The Killer Look, dan Juara 1 Master of Orbital. Mengenai motornya, Yoga yang masih kuliah di Institut Teknologi Aditama Surabaya (ITATS) inipun bercerita.

"Konsep dasar motor ini ialah menggunakan model three wheel atau tiga roda dan lebih saya fokuskan pada sektor kaki-kaki, khususnya untuk sektor kaki depan memakai dua orbital kanan kiri dan ditopang dengan gardan mobil Honda Civic. Selain itu untuk penggerak kita pakai gardan. As depan sebagai penyalur gerak kita ambil dari mobil Mocin. Dinamo wiper kita jadikan sebagai penggerak roda belakang dengan sistem seperti mobil fork lift. Jadi kita manuver kanan kiri pakai roda belakang. Untuk sistem pengereman kita pakai dua disc brake yang ditempatkan di depan. Sedang untuk perubahan body kita ambil contoh dari Japanese Moge, Benelli TNT yang kita sempurnakan lagi," kata Yoga menjelaskan tentang konsep awal dan beberapa ubahan motornya.

Selain itu tambahan lain di motor ini yang jadi kelebihannya adalah penggerak gardan yang memakai Honda Civic ditambah roda gila Colt diesel, transfer gear keluar pakai Lioncin, dual cakram depan memakai merk PSM, dan orbital belakang ditopang roda gila Colt Fuso. Tak heran jika waktu 3 bulan diperlukan untuk menyempurnakan motor yang satu ini selain kesulitan di sektor kaki-kakinya yang memang sangat memperhatikan presisi.

"Harapan saya kedepan, saya ingin motor ini remotenya saya sempurnakan lagi untuk bisa lebih siap ketika datang ke Solo Oktober nanti. Kalau untuk acara Motodify sendiri bagus banget seperti waktu penyelenggaraan di Bali dan Malang, dan untuk pesaing disini juga bagus-bagus dan banyak juga dari luar Jawa Timur yang datang sehingga dapat juga menambah wawasan saya dalam modifikasi motor," lanjutnya merendah seraya mengakhiri percakapan.

Yamaha RX 100 (Bobby Kurniawan/Kebo, KBLH)

Berbeda dengan rancangan motor roda tiga milik Yoga Pam, motor Yamaha RX 100 andalan Bobby Kurniawan atau yang akrab disapa Kebo ini memang terlihat ngejreng dengan tampilan full kromnya. Menyisakan mesin orisinil Yamaha RX 100, motor ini memang terlihat jauh berbeda dari versi aslinya.

Motor yang seluruh bagiannya telah dikrom ini memang terlihat begitu kinclong. Apalagi jika malam, penambahan lampu warna biru membuat motor yang satu ini terlihat begitu "eye catching". Ubahan kaki-kaki pun dibuat pol-polan. Pengadopsian beberapa ide gila pun diterapkan disini. Velg depan menggunakan velg Corry 500:12 terlihat apik dibalut ban traktor, sedang untuk velg belakng menggunakan velg berukuran sama dengan depan namun untuk bannya memakai ban orisinil Corry. Tak mengherankan jika motor andalan anak KBLH ini mampu berbicara banyak di ajang DBM 2008 Bojonegoro. Hasilnya juara 1 The Best Naked Bike berhasil dibawa pulang oleh asal Pati, Kayen, Jawa Timur ini.

1999 Suzuki Satria, Modifikasi "Warisan" Gokart Ala HIMA





Jika sebuah karya modifikasi cenderung membela nama sebuah klub, lain hal dengan kreasi hiper yang satu ini. Mengusung nama HIMA atau lazim diartikan sebagai Himpunan Mahasiswa, sang Gokart warisan berjantung Satria ini hadir pada gelaran Djarum Black Motodify Denpasar Bali 2008 (26-27/7) sebagai salah satu eksistensi karya dan kreasi positif para anak-anak Fakultas Teknik UNUD.

"Awalnya projek ini hasil ide iseng-iseng para alumnus aja mas, tapi setelah direalisasikan dan dissuport penuh oleh pihak kampus, kini malah menjadi warisan berharga di fakultas kami," tutur Andri (22), wakil ketua HIMA Fakultas Teknik UNUD ekstensi periode 2008 pada tim www.autoblackthrough.com mengisahkan.

Yap, alkisah, berawal dari diskusi sesama tongkrongan yang dilakoni oleh Lengis, Kade, Kluyak dan (alm) Kentung. Ide yang awalnya didasari oleh kejenuhan melihat kreasi modifikasi yang masih berbentuk umum di Bali, menjadikan gagasan modifikasi "gokart" pun terlintas dibenak para punggawa HIMA angkatan 2002 tersebut.



Dengan bermodal nekat dan proposal resmi, mereka pun mengajukan ide "tongkrongan" ini pada pihak kampus. Yang secara luar dugaan ternyata disambut cukup baik. "Sebenarnya banyak yang tidak percaya mereka bisa, tapi toh akhirnya berhasil juga dan hanya butuh waktu dua minggu saja," tambah Andri, yang juga merupakan adik kelas dari kelima modifikator.

Meski memiliki latar belakang ilmu yang cukup membantu banyak, namun Andri menceritakan beberapa kesulitan sempat ditemui oleh para pembuat, yang diantara lain pada presisi rangka dan ban gokart yang tidak begitu banyak dijual di Bali. Dengan menghabiskan biaya total 15 Juta, mobil balap mini yang sebagian besar dikerjakan di bengkel bertempat di Jalan Nangka ini akhirnya rampung juga.


HIMA Fakultas Teknik UNUD

"Kalau saat ini kami hanya mengubah beberapa sektor finishing saja, sedangkan untuk sektor lain masih asli seperti dulu," ungkap Andri menambahkan.

Dan dalam keikutsertaan pertama kalinya di kontes modifikasi roda dua paling bergengsi di tanah air, Djarum Black Motodify. Sang "warisan" HIMA ini mampu menyabet gelar kedua sebagai The Best Concept Bike di bawah juara pertama asal Cirebon dengan Vega Willys-nya ( baca : Motodify Bogor 2008 (7-8 Juni 2008) : Yamaha Vega Willys Miniatur 1944, Memang Edan..! )

"Seneng banget bisa menang, meski juara dua. Yang pasti kami dari HIMA Fakultas Teknik UNUD sangat bangga, dan hadiah ini juga kami persembahkan buat para alumnus, pihak kampus dan terutama untuk sang almarhum Kentung yang telah berpulang tak lama setelah mobil ini rampung," tambah Andri yang memiliki target untuk membuat gokart ini mundur sedikit mengenang.

Pembuktian Satria FU Ala R6 Sebagai Jawara Sejati The Best Black Bike Motodify 2008



Jadi kota penutup dari 12 seri rangkaian Djarum Black Motodify (DBM) 2008, final modifikasi motor bertaraf nasional di kota Solo ini memang terasa begitu istimewa. Diikuti sebanyak 272 peserta kontes, pertarungan final DBM Solo juga akan jadi ajang pembuktian siapakah yang berhak menyandang gelar sebagai pemenang The Best Black Bike se-Indonesia. Dan setelah melalui penilaian ketat mulai dari kerapihan, detail, kelayakan jalan dan orisinalitas ide, terpilihlah John Syahrul (36) sang jawara Pekanbaru sebagai pemenang tunggal The Best Black Bike se-Indonesia.



Kemenangan ini layak diberikan kepada John, yang merubah Suzuki Satria FU tunggangannya jadi lebih sangar bergaya super bike ala Yamaha R6. Seluruh bagian dari mulai kaki-kaki depan, kaki-kaki belakang, ban/velg, body, cat, dan variasi lainnya nampak begitu padu hingga dalam baluran warna hitamnya yang elegan. Untuk kaki-kaki depan perubahannya meliputi pengaplikasian garpu ala Aprilia, kaliper Nissin (Aprilia), master rem standard merk Nissin standard FU. Sedang rincian ubahan pada kaki-kaki belakang hanya terlihat pada swing arm-nya yang asli buatan sendiri/handmade. Sisanya rem/cakram, kaliper, master rem masih standard FU.

John Syahrul, The Owner

Menilik ubahan ban serta velg depan motor ini, kita akan melihat sepasang ban berukuran besar seperti yang digunakan pada motor-motor super bike kebanyakan. Velg depan menggunakan power ukuran 3.00 - 17, sedang velg belakang menggunakan ban mobil Escudo ukuran 17 inchi. Sebagai pelapisnya John memilih ban performa tinggi Bridgestone Battlax sebagai pembalutnya. Ubahan besar memang nampak pada bagian body. Hampir keseluruhan rangka depan, fairing, buritan dan cover mesin sudah dirancang handmade bergaya R6. Di luar mesinnya yang masih orisinil Suzuki Satria FU, variasi lain pada motor ini dapat kita lihat seperti pada footstep, stang stabilizer, tensioner rantai, filter udara, maupun pada gas spontannya.

JARS Crew

Mengejar aura hitam yang jadi salah satu syaratnya, cat motor ini menggunakan merk Spies Hecker, Clear Sikken serta sedikit sentuhan airbrush. Tidak heran kalau modifikasi motor oleh pria yang berprofesi sebagai wiraswastawan ini totalnya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp. 18 juta dengan lama pengerjaan sekitar satu setengah bulan. Mengenai kemenangannya, kepada tim www.autoblackthrough.com, John mengaku, "Saya sangat bahagia sekali dengan kemenangan ini karena bisa mewakili Indonesia. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk perubahan motor saya sekarang terlihat pada buntut belakang, itu saya buat seperti R6 dan fairing saya rubah frontal abis. Untuk masalah kaki-kaki tetap dengan menggunakan sistem mono arm," katanya menambahkan. "Harapan saya dengan motor, kedepannya akan tetap saya jaga dan tidak akan saya modif jadi standard lagi karena motor ini sudah jadi sejarah buat saya dan tidak akan saya rubah lagi," ujar John ketika ditanya mengenai rencana ke depan dengan motornya. Datang dengan harapan besar bersama dua orang temannya, toh hasil yang dicapai John kali ini sudah sangat membanggakan dirinya dan juga bengkel modif JARS miliknya. Sebagai buah kemenangannya John pun berhak mendapakan satu buah motor bebek yang segera bisa ia bawa pulang ke tanah asalnya di Riau, Pekanbaru. Salut buat John.

Ceper Fungsional Nan Berkilau, Honda Astrea Grand 1992






Nama Honda Astrea Grand di kancah otomotif roda dua memang sudah tidak usah diragukan lagi. Punya mesin bandel dan irit, motor ini memang sempat jadi salah satu incaran para antusias penggila roda dua. Secara umum, desain standard body motor ini memang kurang begitu sporty dan terkesan biasa saja. Namun hal tersebut bukanlah halangan bagi Deby (21) untuk memodif Honda Astrea Grand miliknya agar nampak eye catchy dan bergaya.

Tampil bersahaja di final Djarum Black Motodify (DBM) Solo 2008, ubahan modif yang dilakukan Deby dan PMMC (Prima Modify Motor Cycle) terbukti spesial dan mampu berbicara banyak. Tak heran jika dua penghargaan bergengsi sebagai jawara The Coolest Blink-Blink dan Too Damn Low mampu diraih motor buah kreasi anak-anak asli Sukabumi, Jawa Barat ini. Tema ceper fungsional yang ditunjang dengan tampilan kelir warna biru nan berkilau memang makin menambah nilai plus motor ini.

Adi, Evan dan Deby

Mengenai ubahan modif pada Sang Astrea Grand 1992 ini, Adi selaku modifikator mengungkapkan "Perubahan motor ini hanya sekitar shock breaker depan, belakang, cover lampu depan, dan jok-nya. Sisanya body hanya divacum saja," katanya menjelaskan. Ditanya tentang keunggulan kaki-kaki cepernya sehingga bisa meraih juara 1 kategori Too Damn Low, pria ramah ini mengungkapkan, "Kalau menang di ceper, kita menggunakan model hidraulik. Kesulitannya ialah sewaktu membuat urial semacam per itu agar bisa lebih fungsional". "Untuk bahan-bahannya sendiri dalemannya masih pakai yang orisinil terus per shocknya dipotong kemudian ditambah semacam mur lagi tapi dratnya yang kasar," lanjunya menambahkan.

Adapun total biaya yang dihabiskan Deby untuk memodif motor ini kira-kira memakan waktu sekitar Rp. 12 juta. Kemenangan ini memang jadi ajang pembuktian Deby dan bengkel modifikasi PMMC yang dikomandoi Adi dan Efan ini agar mampu terus berkarya dan bisa menghasilkan motor yang lebih hebat lainnya. Tentang kemenangannya di final DBM Solo ini, Deby sang empunya mengaku senang dan puas karena waktu 3 bulan yang disisihkan untuk pengerjaan motor mendapat hasil yang setimpal. [mot/timABT]

DJARUM BLACK MOTODIFY BALI (25-26 Agustus 2007) : 4 Wheeler Being a 2 Wheeler




Arya Ratana The Owner

Menjadi seorang pehobi modifikasi di bidang otomotif, biasanya dilakoni oleh orang yang rasa cipta dan kreatifitasnya selalu tumbuh. Namun untuk urusan yang seperti itu biasanya orang cenderung memilih untuk melakukan modifikasi pada salah satu jenis kendaraan saja, apakah itu kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat. Dan ada juga orang yang melakukan modifikasi pada kedua jenis kendaraan tersebut, namun biasanya setelah jenuh dengan berbagai konsep modifikasi satu jenis kendaraan. Tetapi sangat jarang ditemui orang yang dalam waktu bersamaan melakoni kedua jenis konsep modifikasi, dan Arya Ratana adalah salah seorang yang sangat jarang tersebut.

Lelaki yang lebih senang disapa dengan Ratana ini, justru memiliki kesenangan memodifikasi kendaraan roda empat. Namun belakangan ini ia pun terjun di dunia modifikasi kendaraan roda dua. “Ya pada awalnya saya memang senang sekali melakukan modifikasi pada kendaraan roda empat, dan akhir-akhir ini saya mengangkat konsep modifikasi off-road. Namun belakangan kenapa tidak saya coba saja untuk memodifikasi kendaraan yang mampu menjelajahi medan off-road ?, mungkin jadinya lebih keren kali ya,” ujarnya sembari sedikit terkekeh-kekeh.

“Selain itu juga beberapa waktu lalu ada orang yang datang ke bengkel saya dan meminta untuk melakukan modifikasi pada motor matic-nya, agar mampu menjelajahi medan off-road. Ya ini merupakan sebuah tantangan dong... makanya saya semangat sekali untuk melakukan modifikasi tersebut. Yup... dan Suzuki Spin 125 inilah yang menjadi sasaran empuk percontohannya,” beber Ratana sambil menunjuk kearah motornya.


Seperti yang diinginkan oleh banyak modifikator, melakukan modifikasi motor untuk konsep sport, sebenarnya lebih cocok jika mengaplikasikan barang-barang limbah. “Tapi barang limbah di Bali sangat susah mas, kalaupun ada harganya pasti sangat mahal, makanya saya juga lebih berfikir untuk mengunakan yang standar ajalah, yang penting kan tetap aman tanpa mengorbankan sisi sporty dari luarnya,” kilah bapak dari dua orang anak ini.

Namun alasan utama Ratana melakukan modifikasi pada Suzuki Spin 125 miliknya adalah karena kapasitas cc motor ini lebih besar dari motor matic yang lain. Belum lagi bodinya yang sangat mendukung untuk dijadikan sebagai motorcross, seakan-akan menghipnotis Ratana untuk segera melakukan pengubahan. Alhasil waktu yang dibutuhkan untuk melakukan modifikasi pun tidak terlalu lama, yaitu sebanyak 2 minggu saja. Sebab semua bahan dasar yang diperlukan dalam mengolah Suzuki Spin 125 ini menjadi sebuah kendaraan segala medan, bisa didapatkan di part aksesories shop terdekat di kota Denpasar. Seperti tromol dan garpu depan yang diadopsi dari motor Honda Supra X 125, yang kemudian dilakukan sedikit modifikasi agar lebih panjang. “Penambahannya saya lakukan pada bagian bawah agar tetap aman dan juga lebih rapi pengerjaannya,” timpal Ratana.


Sedangkan untuk bagian-bagian yang lain, Ratana masih menjaga keaslian Suzuki Spin 125 miliknya. Hanya saja pada sebagian besar bagian kendaraan ini dilakukan modifikasi dan sentuhan-sentuhan khusus agar terlihat berbeda. Bagian lain yang juga mendapat penambahan adalah wing samping pada bagian belakang khas motorcross, spoiler depan dan juga terdapat roll bar untuk menjaga keamanan kendaraan dan penggunanya. Dan surprice... the young guns is born to be wild ! “Tapi mungkin Suzuki Spin 125 ini, tidak cocok lagi untuk digunakan di jalan raya, sebab mungkin pengaruh ban off-road yang membuatnya terasa agak kasar. Memang dia sekarang lebih cocok di trek off-road,” pungkas Ratana kemudian. Well... siapa yang ingin motor maticnya jadi crosser hayooo...? Just take it to Ratana’s Workshop.

Senin, 13 Oktober 2008

pAnduAn inStalasi WLAN

PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN


Peralatan

1. Kompas dan peta topografi

2. Penggaris dan busur derajat

3. Pensil, penghapus, alat tulis

4. GPS, altimeter, klinometer

5. Kaca pantul dan teropong

6. Radio komunikasi (HT)

7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter

8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel

9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley

10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell

11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45

12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)


Survey Lokasi

1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta

2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path

3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena

4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi

5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi

6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat


Pemasangan Konektor

1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m

2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel

3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian

4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short

5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser

6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor

7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)

8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air

9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali

10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet


Pembuatan POE

1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor

2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss

3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short

4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter


Instalasi Antena

1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat

2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail

3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada

4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta

5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena

6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah


Instalasi Perangkat Radio

1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna

2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager

3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan

4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya

5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah

6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility

7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil

8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna


Pengujian Noise

1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default

2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut

3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise

4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %

5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang

6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan

7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.


Perakitan Antena

1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional

2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan

3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor

4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena

5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan


Pointing Antena

1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal

2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)

3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat

4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas

5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider

6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi

7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)


Pengujian Koneksi Radio

1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio

2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut

3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang

4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing

5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio

6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER

7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps

8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600

9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum

10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

10 tips Aman WLAN

1. Memakai enkripsi.

Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.


2. Gunakan enkripsi yang kuat.

Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.


3. Ganti default password administrator.

Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.


4. Matikan SSID Broadcasting.

Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.


5. Matikan WAP saat tidak dipakai.

Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.


6. Ubah default SSID.

Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.


7. Memakai MAC filtering.

Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak.
Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.


8. Mengisolasi wireless network dari LAN.

Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN.
Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.


9. Mengontrol signal wireless

802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.


10. Memancarkan gelombang pada frequensi yang berbeda.

Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.


Biografi Penulis

Nama Penulis. saya adalah putra riau,saya dilahirkan didumai pada tanggal 29 maret 1982,selama pendidikan saya di pekanbaru,kemudian saya pindah ke lampung untuk memasuki kuliah komputer,saya kuliah d3 dcc bandar lampung kemudian saya melanjutkan di darmajaya sambil menjadi asisten laboraturium dan membantu dosen dalam mengajar.saya ingin membagi ilmu dengan teman teman pembaca semua.semoga saling tukar ilmu akan bermanfaat buat kita.